Kolomnarasi.com — China kini semakin gencar memikat wisatawan asing melalui pengalaman unik yang menggabungkan budaya, sejarah, dan seni visual. Salah satu strategi terbaru yang menarik perhatian adalah layanan pemotretan bergaya tradisional. Konsep ini menawarkan wisatawan kesempatan untuk mengenakan pakaian khas Tiongkok, seperti hanfu, qipao, atau pakaian istana kekaisaran, dan mengabadikan momen mereka di lokasi-lokasi bersejarah atau alam yang ikonik. Program pemotretan bergaya tradisional ini bukan sekadar hiburan. Di baliknya, China ingin menonjolkan kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki negeri Tirai Bambu.
Pakaian tradisional, properti klasik, dan latar belakang bangunan bersejarah menjadi kombinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi “melangkah ke masa lalu”. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga bagian dari pengalaman sejarah itu sendiri. Salah satu lokasi favorit untuk pemotretan tradisional adalah Kota Tua Beijing, dengan arsitektur kuno yang masih terjaga. Wisatawan dapat mengenakan hanfu sambil berjalan di gang-gang sempit yang menampilkan rumah-rumah bergaya dinasti Ming dan Qing.
Di tempat lain, di provinsi Sichuan atau Yunnan, latar alam pegunungan dan sawah terasering menjadi tempat ideal untuk berfoto dengan qipao atau pakaian etnis lokal, menciptakan perpaduan budaya dan alam yang menawan. Selain itu, studio-studio khusus yang menawarkan pemotretan bergaya tradisional juga semakin banyak bermunculan di kota-kota besar. Studio ini menyediakan fotografer profesional, kostum, riasan wajah, dan properti pendukung untuk memastikan hasil foto berkualitas tinggi.
Beberapa studio bahkan menambahkan sentuhan modern, seperti efek digital atau latar 3D yang memadukan unsur tradisional dengan teknologi mutakhir, sehingga pengalaman wisatawan menjadi lebih menarik dan unik. Tren ini bukan hanya populer di kalangan wisatawan Asia, tetapi juga mulai diminati wisatawan dari Eropa dan Amerika. Banyak pengunjung internasional membagikan pengalaman mereka di media sosial, terutama platform berbagi foto seperti Instagram dan TikTok. Hal ini menciptakan efek viral yang memperluas jangkauan promosi wisata China secara organik. Selain itu, konten visual yang menarik membuat calon wisatawan semakin tertarik untuk mengunjungi negeri tersebut dan mencoba pengalaman serupa.
Pemotretan bergaya tradisional juga berdampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor pariwisata mendapatkan tambahan penghasilan dari layanan penyewaan kostum, jasa fotografer, hingga akomodasi dan restoran di sekitar lokasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah China untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata, sekaligus mempromosikan identitas nasional di mata dunia. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata juga menekankan pentingnya menjaga keaslian budaya dalam layanan ini. Setiap kostum dan properti dibuat sedekat mungkin dengan model asli berdasarkan referensi sejarah. Panduan etika juga diberikan kepada wisatawan untuk memastikan bahwa pengalaman ini tetap menghormati tradisi dan nilai budaya lokal, sehingga aktivitas wisata ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pendidikan budaya.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan kualitas pengalaman tetap konsisten meski jumlah pengunjung meningkat. Studio-studio dan lokasi wisata harus mampu menangani permintaan tinggi tanpa mengurangi kualitas layanan atau mengganggu kenyamanan wisatawan lain. Pengelola juga perlu terus berinovasi agar pengalaman pemotretan tetap segar dan menarik, misalnya dengan menambahkan tema-tema baru atau lokasi-lokasi tersembunyi yang jarang dikunjungi.
Kesimpulannya, pemotretan bergaya tradisional menjadi salah satu strategi efektif China untuk menarik wisatawan asing. Melalui perpaduan budaya, sejarah, dan seni visual, wisatawan bisa merasakan pengalaman unik sekaligus mengabadikannya dalam bentuk foto yang menarik. Tren ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan internasional, tetapi juga mendukung ekonomi lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya China ke dunia. Dengan inovasi yang terus berlanjut, pengalaman wisata tradisional ini diperkirakan akan semakin diminati di tahun-tahun mendatang.
