Kolomnarasi.com — Bulan Februari 2026 menjadi waktu yang penuh warna bagi wisatawan yang ingin merasakan beragam pengalaman budaya, olahraga, dan tradisi khas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kalender acara yang dirilis oleh Dinas Pariwisata DIY menggabungkan tradisi lokal Jawa yang memikat, perayaan multikultural Tahun Baru Imlek, serta kegiatan olahraga yang memacu adrenalin, menjadikan Jogja destinasi ideal di awal tahun ini. Februari biasanya menempatkan Yogyakarta di persimpangan musim transisi sebelum ramadan, sehingga event-eventnya dirancang untuk menarik pengunjung dari berbagai latar. Dari ritual adat yang sarat makna sampai marathon lari di lanskap pesisir, setiap kegiatan menawarkan pengalaman berbeda namun sama-sama mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jogja.
Awal Februari: Tradisi Jawa dan Penguatan Budaya Lokal
Tepat pada awal bulan, Jogja membuka Februari dengan kegiatan yang kuat nuansa tradisional dan kultural. Jumat, 6 Februari 2026, menjadi hari pertama rangkaian “Uyon-uyon Muryoraras dan Dialog Budaya”. Program ini tidak hanya menampilkan seni karawitan klasik Jawa, tetapi juga menjadi ruang dialog lintas generasi yang mengajak publik memahami relevansi tradisi dalam konteks modern. Esok harinya, Sabtu (7/2), perhatian beralih ke Kadipaten Pakualaman dengan digelarnya Upacara Adat Ganti Dwaja. Prosesi tahunan ini merupakan pergantian lambang kebesaran yang sarat simbolisme, mencerminkan kesinambungan nilai sejarah dalam lingkungan kadipaten yang telah menjadi bagian penting sejarah Yogyakarta. Wisatawan yang hadir dapat menyaksikan ritual yang jarang terlihat di luar kalangan lokal ini.
Olahraga: Lari dan Tantangan Ekstrem
Bagi pencinta olahraga, Jogja menyuguhkan beberapa agenda menarik. Pada Minggu, 8 Februari 2026, digelar YKC10Klari 10 kilometer yang terbuka untuk pelari pemula hingga komunitas nasional. Rute lomba melintasi kawasan perkotaan yang menawarkan pemandangan khas Kota Yogyakarta, ideal bagi peserta yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana kota. Sementara itu, bagi mereka yang mengincar tantangan fisik lebih ekstrem, Coast to Coast Night Trail Ultra #10 pada 14–15 Februari menjadi sorotan.
Event ini dikenal sebagai salah satu sport tourism terbesar, mengajak pelari menguji ketahanan di jalur pesisir selatan yang terkenal penuh tantangan alam dan pemandangan spektakuler lintasan yang memikat sekaligus menguras stamina. Untuk suasana yang berbeda, Jogja juga menawarkan pengalaman romantis pada 14 Februari lewat Valentine Romantic Dinner. Acara ini semakin menambah daya tarik kota untuk pasangan yang ingin merayakan hari kasih sayang dengan makan malam bernuansa intim dan suasana khas Jogja di salah satu tempat pilihan.
Melebur dalam Kemegahan Imlek dan Perayaan Multikultural
Pertengahan hingga akhir bulan menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Yogyakarta. Perayaan dimulai dengan Chinese New Year Dinner pada 16 Februari, disusul oleh rangkaian kegiatan budaya yang lebih luas. Salah satu puncaknya adalah Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang dilaksanakan dari 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Kampung Ketandan, kawasan strategis di dekat Malioboro. PBTY telah menjadi atraksi tahunan yang memadukan warisan budaya Tionghoa dengan kehidupan urban Jogja, menampilkan pertunjukan seni, kuliner khas, dan ritual tradisional yang meriah.
Pengunjung dapat merasakan festival jalanan penuh warna dan pengalaman kuliner otentik di lokasi yang selalu dihias secara tematik menjelang Imlek. Selain itu, beberapa pusat perbelanjaan dan komunitas lokal juga menyelenggarakan acara tematik seperti Oriental Carnival “Convergence” di Plaza Ambarrukmo, menampilkan atraksi barongsai, tarian wajah (Bian Lian), dan pertunjukan budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni budaya Tionghoa–Jawa.
Mengakhiri Februari: Sedikit Sisi Religi dan Persiapan Ramadan
Menjelang akhir bulan, agenda wisata juga mencakup Ramadan Package yang diperkenalkan pada 20 Februari, sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci. Paket ini dirancang bukan sekadar sebagai promosi semata, tetapi untuk menjaga ritme pariwisata tetap hidup meskipun memasuki bulan yang sarat nilai religius.Kombinasi acara di Jogja untuk Februari 2026 memperlihatkan dinamika yang kuat antara pelestarian tradisi dan pembukaan ruang bagi perayaan multikultural serta sport tourism. Wisatawan yang hadir tidak hanya disuguhkan tontonan, tetapi diajak merasakan langsung bagaimana masyarakat Jogja menjaga tradisi, merayakan diversity, dan memadukan gaya hidup modern tanpa kehilangan identitas budaya.
Dengan struktur acara yang beragam, Yogyakarta lagi-lagi menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kuliner, tetapi juga pengalaman budaya dan kegiatan yang berdampak bagi pekan wisatawan domestik maupun mancanegara. Beragamnya agenda wisata Jogja sepanjang Februari 2026 menunjukkan bagaimana kota ini bisa menjadi tujuan yang menarik bagi siapa saja pencinta budaya, atlet lari, maupun pelancong yang mencari pengalaman baru. Penyelenggaraan acara yang kaya akan tradisi dan modernitas mencerminkan karakter kota yang selalu hidup di setiap musim, siap menyambut setiap pengunjung dengan jamuan penuh makna dan warna.
