Kolomnarasi.com — Stres adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, baik bagi atlet profesional, pelatih, maupun orang biasa. Menariknya, salah satu figur yang dikenal mampu mengelola tekanan besar dengan cara unik adalah John Herdman, pelatih sepak bola asal Inggris yang sukses membawa Tim Nasional Kanada mencetak sejarah di level internasional. Di balik prestasi tersebut, tersimpan pendekatan manajemen stres yang tidak hanya relevan untuk dunia olahraga, tetapi juga kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa tips unik mengelola stres ala John Herdman yang bisa diterapkan oleh siapa saja.
1. Fokus pada Makna , Bukan Sekadar Hasil
John Herdman dikenal menekankan purpose atau makna dalam setiap aktivitas. Ia percaya bahwa stres sering muncul ketika seseorang terlalu terobsesi pada hasil akhir—menang, kalah, nilai, atau penilaian orang lain. Herdman mengajak timnya untuk bertanya: “Mengapa kita melakukan ini?” Dengan memiliki makna yang kuat, tekanan berubah menjadi tantangan yang bermakna. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa menerapkannya dengan mengaitkan tugas berat pada tujuan yang lebih besar, seperti pengembangan diri atau kontribusi kepada orang lain.
2. Ubah Tekanan Menjadi Energi
Alih-alih menghindari stres, Herdman justru mengajarkan untuk menerima tekanan sebagai bagian dari proses. Menurutnya, tekanan adalah tanda bahwa sesuatu itu penting. Ia mendorong para pemain untuk tidak melawan rasa gugup, tetapi menggunakannya sebagai bahan bakar performa. Pendekatan ini mengajarkan bahwa stres tidak selalu buruk. Ketika jantung berdebar dan pikiran tegang, katakan pada diri sendiri bahwa tubuh sedang mempersiapkan performa terbaik.
3. Bangun Rutinitas yang Konsisten
Di tengah jadwal pertandingan yang padat, Herdman sangat menekankan pentingnya rutinitas sederhana. Rutinitas memberi rasa stabil di tengah ketidakpastian. Hal kecil seperti waktu tidur, sesi refleksi, atau kebiasaan sebelum latihan membantu menenangkan pikiran. Dalam kehidupan sehari-hari, rutinitas seperti bangun di jam yang sama, menulis jurnal singkat, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu menurunkan tingkat stres secara signifikan.
4. Komunikasi Terbuka dan Aman
Salah satu ciri kepemimpinan Herdman adalah menciptakan lingkungan di mana pemain merasa aman untuk berbicara. Stres sering membesar ketika dipendam. Dengan membuka ruang diskusi, beban mental menjadi lebih ringan. Kamu bisa meniru ini dengan membangun kebiasaan berbagi cerita dengan orang tepercaya—teman, keluarga, atau mentor. Tidak selalu harus solusi, terkadang didengar saja sudah cukup.
5. Visualisasi Positif
Herdman kerap menggunakan teknik visualisasi untuk membantu pemain menghadapi pertandingan besar. Mereka diajak membayangkan situasi sulit dan bagaimana cara mengatasinya dengan tenang. Teknik ini membuat otak lebih siap menghadapi tekanan nyata. Latihan visualisasi juga bisa digunakan sebelum presentasi, ujian, atau situasi menegangkan lainnya. Bayangkan diri kamu tetap tenang, fokus, dan mampu mengendalikan keadaan.
6. Pisahkan Identitas Diri dari Performa
Salah satu sumber stres terbesar adalah menyamakan nilai diri dengan performa. Herdman menegaskan bahwa pemainnya tetap berharga sebagai manusia, terlepas dari hasil pertandingan. Pelajaran pentingnya: kegagalan tidak mendefinisikan siapa kamu. Dengan memisahkan identitas diri dari hasil kerja, kamu bisa menghadapi tekanan dengan lebih sehat dan tidak terjebak dalam stres berlebihan.
7. Rayakan Proses Kecil
Herdman sering merayakan kemajuan kecil, bukan hanya kemenangan besar. Ini membantu menurunkan tekanan dan menjaga motivasi tim. Stres sering muncul ketika kita merasa “belum cukup”. Mulailah menghargai langkah kecil: menyelesaikan tugas, berani mencoba, atau sekadar bertahan di hari yang berat. Apresiasi kecil bisa memberi efek besar bagi kesehatan mental.
8. Kendalikan Hal yang Bisa Dikendalikan
Dalam sepak bola, banyak hal berada di luar kendali: keputusan wasit, cuaca, atau lawan. Herdman mengajarkan fokus penuh pada hal yang bisa dikendalikan—usaha, sikap, dan persiapan. Prinsip ini sangat relevan dalam kehidupan. Daripada stres memikirkan opini orang lain atau kejadian tak terduga, arahkan energi pada hal-hal yang bisa kamu lakukan saat ini.
9. Jadikan Tim sebagai Sistem Pendukung
Herdman melihat tim bukan sekadar kumpulan individu, tetapi sistem pendukung emosional. Rasa kebersamaan menurunkan tekanan dan membuat beban terasa lebih ringan. Dalam kehidupan pribadi, bangun “tim” versimu sendiri—orang-orang yang saling mendukung, bukan saling menghakimi.
10. Refleksi Tanpa Menghakimi
Setelah pertandingan, Herdman melakukan evaluasi dengan fokus belajar, bukan menyalahkan. Pendekatan ini menurunkan kecemasan dan mendorong pertumbuhan. Biasakan refleksi diri dengan pertanyaan yang sehat: Apa yang bisa dipelajari? Apa yang bisa diperbaiki? bukan Kenapa aku selalu gagal?
